PERTANIAN : Pertanian Hidroponik dan Akuaponik Sebagai Sebuah Alternatif

INDONESIA adalah negara agraris dengan tanah yang subur. Ironisnya, selama puluhan tahun negara kita terlalu sering impor beras. Di mana letak salahnya? Petaninya yang bodoh ataukah karena ada oknum pemerintah yang kongkalikong dengan para importir beras dengan tujuan mengantongi keuntungan pribadi yang bernilai milyaran rupiah? Atau karena adanya musim banjir dan musim kemarau yang tterlalu panjang? Atau karena faktor hama wereng dan hama pertanian lainnya? Atau karena faktor kurangnya lahan pertanan?Saya percaya, petani-petani Indonesia mampu mencukupi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia tanpa harus mengimpor beras dan jenis-jenis pertanian lainnya.
A.Pertanian hidroponik sebagai pertanian alternatif
Hidroponik adalah pengetahuan tentang cara bertani/ bercocok tanam tumbuhan dalam medium bukan tanah, dan menggunakan air sebagai hara dan sebagai medium pembawa campuran hara lain yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman secara optimal (Dhalhar, 2006).
Keuntungan hidroponik adalah tidak memerlukan pemupukan, tidak perlu pengolahan tanah, tidak perlu rotasi tanaman, tanpa tanaman pengganggu, hasil tinggi, tenaga kerja sedikit. Vertikultur merupakan budidaya tanaman pada lahan sempit. Jadi, dengan adanya konversi lahan akhir-akhir ini yang mengakibatkan berkurangnya lahan untuk pertanian, maka vertikultur dan hidroponik merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan.
Pemuliaan tanaman merupakan ilmu yang mempelajari mengenai rekayasa tanaman. Contoh aplikasi ilmu ini adalah perakitan varietas padi tahan genangan air yang dilatarbelakangi oleh berkurangnya produktivitas padi karena banjir. Terus, perakitan cabai tahan penyakit antraknosa yang dilatarbelakangi dengan anjloknya produktivitas cabai karena penyakit tersebut yang menyebabkan harga cabai melonjak naik.
Contoh lainnya adalah penciptaan melon berdaging tebal, cabai yang memiliki tingkat kepedasan 1000 kali lipat (sehingga kalau mau bikin sambel ga butuh banyak cabai, red.), padi tahan hama wereng, padi berproduktivitas tinggi (dengan semakin berkurangnya lahan pertanian di Indonesia, penanaman padi jenis ini patut diterapkan, red.), nanas yang memiliki tingkat kemanisan tinggi, dan masih banyak contoh lain yang bisa diaplikasikan dari ilmu ini. Sehingga melalui ilmu ini diharapkan akan bisa membantu dalam memecahkan permasalahan di masyarakat.
Bioteknologi tanaman juga ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan. Salah satu bagian dari ilmu ini adalah kultur jaringan. Melalui kultur jaringan bisa diciptakan bibit-bibit tanaman dengan jumlah banyak dalam waktu yang singkat, tidak seperti budidaya tanaman secara konvensional. Kita juga bisa menciptakan keragaman tanaman, misalnya warna daun suatu tanaman biar beragam bisa digunakan sinar gamma untuk mutasi gen pada daun tersebut sehingga dihasilkan warna daun yang beragam.
Pertanian adalah faktor penting yang berperan dalam pembangunan nasional bangsa. Melalui pertanian maka permasalahan global pada abad 21 ini akan bisa dikurangi. Oleh karena itu, sebagai generasi muda harapan bangsa, sudah seharusnya kita menyadari bahwa pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan !!! (Selengkapnya di Sumber: http://tanbihun.com/pendidikan/pertaniankenapa-tidak/)
B.Perkebunan hidroponik
METODE bercocok tanam tanpa tanah disebut hidroponik. Bukan hanya dengan air sebagai media pertumbuhannya. Hidro berarti air, tetapi juga dapat menggunakan media tanam selain tanah seperti kerikil, pasir, sabut kelapa, zat silikat, pecahan batu karang atau batu bata, potongan kayu, dan busa.
Mungkin orang tidak percaya, sebagian besar tomat malah tidak tumbuh di atas tanah melainkan di air. Mengapa hidroponik berhasil dilakukan? Sebab, menurut Nicholls (1986), semua ini dimungkinkan dengan adanya hubungan yang baik antara tanaman dengan tempat pertumbuhannya.
Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukanlah tanah, tetapi cadangan makanan serta air yang terkandung dalam tanah yang terserap akar dan juga dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah, yang berarti tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan diberikan cukup air dan garam-garam zat makanan. (Selengkapnya di Sumber:http://www.anneahira.com/pertanian-hidroponik.htm)
C.Momentum Kembangkan Hidroponik
JAKARTA-Letusan Gunung Merapi tahun ini telah memorak-porandakan kawasan pertanian di daerah lereng gunung berapi teraktif di dunia tersebut. Bukan saja korban jiwa, bencana letusan Gunung Merapi juga membuat perkebunan dan persawahan petani mengalami gagal panen.Namun demikian, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim, mempunyai pandangan lain terhadap bencana Merapi. Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, bencana Merapi telah membuka kesempatan bagi para pemangku kewenangan di bidang pertanian untuk mengembangkan teknologi hidroponik (Selengkapnya di Sumber: http://republika.co.id:8080/koran/170/123160/Momentum_Kembangkan_Hidroponik)

D.Rahasia Berkebun Organik dari Aquaponics untuk Anda

Apa itu Aquaponics?Dalam wikipedia  dijelaskan bahwa Aquaponics adalah  produksi pangan  berkelanjutan yang menggabungkan sistem tradisional budidaya perikanan (membesarkan hewan air seperti ikan , udang karang atau udang dalam tangki) dengan hidroponik (budidaya tanaman dalam air) dalamsimbiosis lingkungan. Pada budidaya tersebut,limbah yang menumpuk di dalam air, dapat meningkatkan toksisitas bagi ikan.  Pada proses selanjutnya air dialirkan ke tanaman yang ternyata menjadi nutrisi penting tanaman aquaponik itu.
Keseimbangan antara hewan jenis aquaponik dengan tanaman aquaponik dapat dibaratkan seperti manusia yang memerlukan oksigen yang dikeluarkan tumbuhan sedangkan tanaman atau tumbuhan juga memerlukan karbon dioksida yang dkeluarkan manusia. (Selengkapnya di Sumber: http://www.jatisaripermai.com/2011/04/rahasia-berkebun-organik-dari.html)

0 komentar:

Poskan Komentar